This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 19 Februari 2016

Sejarah Kecamatan Labuan

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PEMERINTAHAN
KECAMATAN LABUAN

I. LATAR BELAKANG NAMA LABUAN
Nama Labuan diambil dari kata Labua Nusakaya artinya Pelabuhan Perahu, sehingga lama kelamaan lazim disebut menjadi Labuan,Nama Labuan diabadikan menjadi Kecamatan Labuan atas kesepakatan 6 (enam ) Kepala Desa yang mewakili Desanya masing-nasing sbb;
1. Desa Labuan Induk diwakili Oleh Azhar Langkuati, BBA
2. Desa Labuan Panimba diwakili Oleh Abd. Hamid Masiangi
3. Desa Labuan Lelea diwakili Oleh Masguntur Laneko
4. Desa Labuan Salumbone diwakili Oleh Taher Lapametjo
5. Desa Labuan Kungguma diwakili Oleh Karti Pakentina
6. Desa Labuan Toposo diwakili Oleh Moh. Said Laudjama

II. GAMBARAN UMUM PERKEMBANGAN LABUAN MENJADI KECAMATAN
A. PEMEKARAN DESA.
Desa Labuan Berdiri sejak Tahun 1905, sesuai dengan perekmbangan dan Pertambahan Penduduk , maka pada tanggal 16 Agustus 1994 melalui Surat Keputusan Gubernur Proivinsi Sulawesi tengah Nomor 146/445/1994 tentang Pemekaran Desa Labuan menjadi 6 ( enam ) Desa yang terdiri dari :
1. Desa Labuan Induk
2. Desa Labuan Panimba
3. Desa Labuan Lelea
4. Desa Labuan Salumbone
5. Desa Labuan Kungguma
6. Desa Labuan Toposo
Dalam Wilayah Pemerintahan Kecamatan Tawaeli

B. PEMINDAHAN IBU KOTA KECAMATAN TAWAELI DI LABUAN
Seiring dengan Perkembangan Kota Palu sebagai ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah dari Kota Administratif Palu menjadi Kota Madya Palu telah berdampak pada perluasan Wilayah, sehingga dengan demikian Desa dalam wilayah Kecamatan Tawaeli yakni dari Desa Mamboro sampai dengan Desa Pantoloan, bahkan bersamaan pula Ibu Kotan Kecamatan Tawaeli bersama Kantor Camatnya Terintegrasi pula ke dalam Wilayah Kerja Pemerintahan Kota Madya Palu sekaligus menjadi Ibu Kota Kecamatan Palu Utara sampai dengan sekarang.
Dalam rangka Menyikapi Perpindahan Ibu Kota Kecamatan Tawaeli tersebut, maka oleh PTh. Kepala Desa Labuan Induk Kec. Tawaeli Bapak Moh. Ali Hi. Laraga membentuk Panitia Persiapan Penjemputan / Penerimaan Ibu Kota Kecamatan Tawaeli di Labuan sbb;

KOORDINATOR : Moh. Ali Hi. Laraga ( Kepala Desa Labuan Induk )
Ketua : Taher Lapametjo ( Kepala Desa Labuan Salumbone )
Seretaris : Azhar langkuati, BBA ( Sekretaris Desa Labuan Induk )
Anggota : 1. Abd Hamid Masiangi ( Kepala Desa Labuan Panimba
2. Masguntur Laneko ( Kepala Desa Labuan Lelea )
3. Mukasifan Habie.BA ( Kepala desa Labuan Kungguma )
4. Husni Lagegere ( Kepala Desa Labuan Toposo )
Sejalan dengan perubahan wilayah tersebut tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1994 Pusat Pemerintahan Kecamatan Tawaeli dipindahkan dan berkedudukan di Desa Labuan sebagai Ibu Kota Kecamatan Tawaeli yang meliputi 12 Desa yaitu;
1. Desa Labuan Induk
2. Desa Labuan Panimba
3. Desa Labuan Lelea
4. Desa Labuan Salumbone
5. Desa Labuan Kungguma
6. Desa Labuan Toposo
7. Desa Wani Satu
8. Desa Wani Dua
9. Desa Wombo
10. Desa Nupabomba
11. Desa Guntarano
12. Desa Bale

* NAMA – NAMA KEPALA PEMERINTAHAN KECAMATAN TAWAELI
DI LABUAN YAITU;


1. Drs. Taufik Yotolembah dari Tahun 1994 s/d Tahun 2000 ( 4 Tahun )
2. Drs. Nurdin Lamasipato dari Tahun 2000 s/d Tahun 2002 ( 2 Tahun )
3. Mahfud Lamakampali,BA dari Tahun 2002 s/d Tahun 2005 ( 3 Tahun )
Pada masa ini telah mengawali Proses Perjuangan Pemekaran Kecamatan Tawaeli dengan keinginan/Aspirasi, bahwa Nama Tawaeli dikembalikan kepada Tempat asalnya semula.
4. Darwin.P. Dg. Marau,S.Sos Tahun 2005 Kurang Lebih 3 (tiga ) bulan dikarenakan pada masa ini telah terealisir perjuangan Pemekaran Kecamatan Tawaeli menjaadi Kecamatan Labuan.


C. BERDIRINYA KECAMATAN LABUAN
SEKILAS PROSES PERJUANGAN


* Sejak Pusat Pemerintahan Kecamatan Tawaeli berkedudukan di Labuan pada masa Pemerintahan Bapak Drs. Taufik Yotolembah, tepatnya sekitar Tahun 1997 muncul Aspirasi yang dimotori oleh yang menamakan diri Forum Masyarakat Peduli Membamgun Labuan dengan Sussuna kepengurusan sbb;

Ketua : Anis.L. Matalalo
Sekretaris :
Bendahara :
Anggota:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

berjuang mengembalikan Nama Tawaeli keasalnya atau memperjuangkan Nama Kecamatan Labuan, berhubung Perjuangan yang cukup memakan waktu dan sangat melelahkan, karena pada saat itu belum mendapat kesepakatan dari Desa yang saat ini menjadi wilayah Kecamatan Tanantovea, sampai dengan pergantian Pimpinan Pemeritahan Kecamatan Tawaeli di Labuan dari Drs. Taufik Yotolembah kepada Drs. Nudin Lamasipato terjadi Kefakuman, hal ini diakibatkan terjadinya masa transisi Pemerintahan Kab. Donggala dimana sedang dalam proses melahirkan Anak yaitu Kab. Parigi Moutong termasuk didalamnya peralihan sebagian Pimpinan DPRD Kab. Donggala ke Kab. Parigi Motong.

* Pada tanggal 18 Januri 2004 Dimasa Pemerintahan Bapak Mahfud Lamakampali, BA telah diadakan Musyawarah Pembentukan Penginisiatif oleh Bapak Mukasifan Habie,BA ( selaku Inisiator ) dalam acara tersebut dipandu oleh Bapak Ismail Mudohali,S.Sos didampingi Penulis Azhar Langkuati,BBA, maka terbentuk Penginisiatif acara dialoh yang beranggotakan sbb;
Ketua : Mukasifan Habie,BA
Sekretaris : Ismail Mudohali, S.Sos
Urusan Keuangan : Azhar Langkuati,BBA
Urusan ADM : Kisman Mudohali, S.Sos
Yetofani Zahrah
Urusan Persidangan : Drs. Ruslin Kidu
Dahrin Tandjo
Urusan Snak : PKK Desa Labuan Induk

* Tanggal 28 Januari 2004 oleh Penginisiatif telah menggelar dialoh /Musyawarah antara Pemerintah Kecamatan Palu Utara dan Forom Masyarakat Palu Utara dengan Pemerintah Kecamatan Tawaeli di Labuan dan Tokoh-Tokoh Masyarakat Labuan, kemudian Tampil sebagai Pembicara Utama dari Tokoh Masyarakat Labuan adalah Bapak Drs. Hi. Tato Masitudju.

Dari Hasil Dialoh/Musyawara tersebut telah disepakati:
1. Pemerintah Dan Forom Masyarakat Palu Utara telah menerima Pengembalian Nama Tawaeli dan Mengakui Nama Kecamatan Labuan.
2. Terbitnya Surat Keputusan Camat Tawaeli di Labuan yang ditandatangani oleh Bapak Mahfud Lamakampali,BA Nomor : 188/158/VII/2004 tentang Penunjukan Panitia Persiapan Kecamatan Labuan pada tanggal 22 Juli 2004 dengan susunan Panitia sbb;

I. Penasehat - Camat Tawaeli
- Unsur Tripika Kec. Tawaeli
- Drs. Hi. Tato Masitudju
II. Panitia
Ketua : Mukasifan Habie,BA
Sekretaris : Ismail Mudohali,S.Sos
Wakil Sekretaris : Dahrin Tandjo
Bendahara : Burhan Yado

III. Seksi-Seksi
1. Seksi Administrasi : -Umar D. Haruna
-Azhar Langkuati, BBA
2. Seksi Perlengkapan : Saridi, S.Pt
3. Seksi Keuangan : Moh. Fajar.Dj. Panggagau
4. Seksi Humas : Moh. Iqbal Tjanda Lamato

* Kecamatan Labuan ditetapkan berasarkan Perda Kab. Donggala Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Nama Kecamatan Tawaeli menjadi Kecamatan Labuan dan peresmiannya tepatnya pada tanggal 16 April 2005.

Batas – Batas Wilayah
Sebelah Utara dengan Kecamatan Sindue
Sebelah Timur dengan Kecamatan Ampibabo Kab. Parigi Moutong
Sebelah Selatan dengan Kecamatan Tanahntovea
Sebelah Barat dengan Teluk Palu

Kecamatan Labuan terdiri dari 6 Desa yaitu;
1. Desa Labuan Induk segagai Ibu Kota Kecamatan
2. Desa Labuan Panimba
3. Desa Labuan Lelea
4. Desa Labuan Salumbone
5. Desa Labuan Kungguma
6. Desa Labuan Toposo

Bersamaan pula dengan Pelantikan Camat Labuan yang Pertama Bapak MOH. ALI HI. LARAGA memerintah dalam Kurun waktu Kurang Leih 5 Tahun dari tanggal 16 April 2005 sampai dengan Januari 2010 karena beliau telah Pensiun, kemudian berdasarkan Surat Keputusan Bupati Donggala Nomor: tentang Penetapan sebagai Camat Labuan atas nama Bapak ISMAIL MUDOHALI, S.Sos sebagai Camat Labuan yang KEDUA dari tanggal 26 Januari 2010 karena beliau ada masaala maka digantikan oleh ANDI SOFYANSYAH S.so.M.Ap. Atas usulan masyarakat Labuan dari 7 Desa maka digantikan lagi oleh MOHAMAD RIZAL sampai dengan sekarang.

Proposal Gapoktan


GABUNGAN KELOMPOK TANI ( GAPOKTAN )
“ TUNAS HARAPAN ”
DESA LABUAN KUNGGUMA KECAMATAN LABUAN KAB. DONGGALA
Alamat : Jl. Rapaingah No 1 Kode Pos 94352 Hp. 085395250276

Nomor                                     : 01 / GPT / LK / II / 2016
Lampiran                                : 1 ( Satu ) Bundel
Perihal                                     : Permohonan Alat Pertanian.
         Kepada
Yth. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Donggala
         Di ~
                   Donggala
Dengan hormat,
Bersama ini kami Pengurus Gabungan Kelompok Tani ( GAPOKTAN ) Desa Labuan Kungguma Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala mengajukan Permohonan Bantuan Alat Pertanian untuk Pengolalaan Tanah Sebanyak Satu Unit mesin HANTRAKTOR. Dengan harapan agar petani dapat bekerja secara berkesinambungan dan mampu meningkatkan kesejahtraan hidupnya.

Demikian Permohonan ini kami ajukan atas pertimbangannya di ucapkan terima kasih.

                                                                                          Labuan Kungguma 12 Februari 2016
Penyuluh Pertanian



MUNARWAN
Nip. 197104012014091001
GAPOKTAN



RISTAN

Mengetahui
Kepala Desa Labuan Kungguma



GAMAR LAIDO


Tembusan disampaikan dengan hormat :
1.      BUPATI Donggala di Donggala
2.      Ketua DPRD Kabupaten Donggala di Donggala



PENDAHULUAN

I.                   LATAR BELAKANG

Kelompok Tani SINTUVUTA, SINTUVU, KARYA TANI MEMBANGUN adalah salah satu kelompok Tani yang ada di Desa Labuan Kungguma 70 % dari jumlah anggota bermata pencaharian sebagai Petani, Khususnya Tanaman Pangan Hortikultura ( Palawija ) dalam hal pengolaan Pertanian.

Kami menggunakanakan cara Tradiosioanal yaitu dengan menggunalan sapi sebagai alat untuk membajak lahan sehinggala proses pengelolaan membutukan waktu cukup lama. Kondisi di perparah dengan semakin bekuranggnya jumlah sapi yang di fungsikan sebagai pembajak lahan ( Kebun ) karena masyarakat tidak memilik modal untuk pembelian alat pengolahan tanah.

Mengingat kondisi lahan kita yang semakin padat/keras, Kami membutuhkan alat pengelolaan tanah Pertanian yang mampu memporses secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya yang bisa kita tempuh dengan menggunakan HAND TRAKTOR. Namun biaya sewa tinggi dan keterbatasan jumlah kepemilikan membuat kami Khususnya petani miskin semakin kesulitan, sehingga hasil produksi yang kami peroleh tidak seimbang dengan biaya oprasional yang kami keluarkan.

Untuk mengatasi pemarmasalahan ini, Kami pengurus GAPOKTAN berusaha mengupayakan alat pertanian melalui Pengajuan Proposal berupa 1 Yunit mensin HAND TRAKTOR kepada Kelompok

II.                SASARAN

Angota kelompok Tani Desa Labuan Kungguma Terdiri :

1.      Kelompok Tani SINTUVUTA
2.      Kelompok Tani SINTUVU
3.      Kelompok Tani KARYA TANI MEMBANGUN

III.             TUJUAN

Ø  Meningkatnya biaya oprasional
Ø  Meningkatnya kesejahteraan anggota kelompok tani
Ø  Meningkatkan Prokduksi dan Produktifitas Usaha Tani

IV.             POTENSI KELOMPOK TANI

Kelompok Tani berkedudukan di Desa Labuan Kungguma Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala, Tiga Kelompok Jumlah Anggota 76 Orang Luas Lahan 70 Hektar, 85 % Penduduknya  bermata pencaharian sebagai Petani Kebun. Kondisi unggulan Desa Labuan Kungguma :

1.      Pola Satu Pangan.
2.      Pola Dua Pangan Palawija Hortikultura.

V.                PERMASALAHAN

Permasalahan yang utama dihadapi kelompok Tani Kebun adalah kurang memadai peralatan untuk pengelolahan lahan kering sehingga pada saat pengelolahan tanah petani harus menunggu bahkan sama sekali tidak menggarap lahannya :

1.      Keterbatasan dana untuk pengadaan alat pertanian.
2.      Keterbatasan jumlah kepemilikan alat pertanian.

VI.             SOLUSI

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas maka kelompok tani memerlukan bantuan dan dukungan Dinas Pertanian dan Perternakan yang terkait.

VII.          PENUTUP

Demikian Proposal Permohonan Bantuan kami sampaikan, besar harapan agar terwujutnya bantuan tersebut, Atas perhatian Bapak kami sampaikan terima kasih.

                                                                                            Labuan Kungguma 12 Februari 2016
Penyuluh Pertanian



MUNARWAN
Nip. 197104012014091001
GAPOKTAN



RISTAN
Mengetahui
Kepala Desa Labuan Kungguma



GAMAR LAIDO


Proposal Mesin Pemangkas Rumput


KELOMPOK TANI  UWE VALA
DESA LABUAN KUNGGUMA
KECAMATAN LABUAN KAB.DONGGALA
Alamat : Jl Rapainga No 1 Kode pos 94352 Hp 085298214999

Nomor             : 01/ KT-UWE VALA / LK / II / 2016
Lampiran         : 1 ( satu ) berkas
Prihal               : Permohonan Mesin Pemotong Rumput
           Kepada
Yth :     Bapak Kepala Dinas Pertanian dan  Peternakan Kabupaten Donggala
             Di ~
                           Donggala

Dengan hormat;
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam rangka mengembangkan potensi yang berada diwilayah Kecamatan Labuan khusunya di Dusun Lanta Desa Labuan Kungguma, serta menujang program pemerintah saat ini dengan segala kerendahan dan ketulusan hati kami datang keharibaan Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Donggala kiranya berkenaan memberikan bantuan bagi kelompok tani UWE VALA berupa Mesin Pemotong Rumput. Kiranya Bapak dapat terima dan merealisasikannya di tahun 2016. Sebagai bahan pertimbangan Bapak kami lampirkan persaratan sebagai berikut :

1.      Biodata Kelompok
2.      Surat Keputusan Bupati

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan atas pertimbangan Bapak diucapkan terima kasih denagan iringan doa semoga allah swt senantiasa melindungi kita semua dalam menjalankan akitivitas keseharian kita. Amin
                                                                               Labuan Kungguma 12 Februari 2016
Penyuluh Pertanian



MUNARWAN
Nip. 197104012014091001
Ketua Kelompok Tani



RUHMIN

Mengetahui
Kepala Desa Labuan Kungguma



GAMAR LAIDO

Tembusan disampaikan dengan hormat :
1.      BUPATI Donggala di Donggala
2.      Ketua DPRD Kabupaten Donggala di Donggala



 PENDAHULUAN

1. Dasar Pemikiran

            Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, bertujuan antara lain mewujudkan kesejahtraan secara umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Pemerintah bertekad untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat dan pengurangan kemiskinan, tema tersebut diterjemahkan salah satunya adalah peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan pedesaan serta percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian.  Iklim Negara kita sangat menunjang terhadap kegiatan sektor pertanian, berkat upaya pemerintah melalui program pembangunan pertanian terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat yaitu bahan pangan, program pemerintah dalam pembangunan pertanian selain mempertahankan swasembada pangan juga lebih dititik beratkan kepada peningkatan pendapatan dan kesejahtraan petani.

            Kontribusi para petani pada pembangunan pertanian cukup besar kerena posisi petani merupakan pelaku utama sebagai pengelola sektor pertanian secara luas.  Tetapi tujuan pemerintah untuk menciptakan tingkat pendapatan dan kesejahtraan petani secara keseluruhan belum dapat dirasakan.  Faktor penyebab yang menjadi hambatan terhadap lajunya program pembangunan pada sektor pertanian adanya perubahan-perubahan yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan pertanian.  Faktor tersebut diantaranya :

1.      Kurangnya pengetahuan dalam penggunaan alat mekanisasi pertanian
2.      Kurangnya penggunaan alat alat pertanian yang lebih modern
3.      Mahalnya alat-alat pertanian yang modern.

            Dari perubahan tersebut diatas dampak yang dirasakan khususnya oleh para petani yang tergabung pada Kelompok Tani UWE VALA adalah sulinya Alat moderen dalam melakukan persiapan lahan dan perawatan tanaman, sehingga pengolahan lahan dan pemeliharaan tanaman kurang optimal, yang mengakibatkan sebagian lahan petani menjadi terbengkalai.

            Peluang untuk meningkatkan produktivitas lahan kering melalui sentuhan teknologi mekanisasi pertanian masih cukup terbuka melalui pemanfaatan potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal, melihat peluang yang ada diwilayah Kelompok Tani UWE VALA Desa Labuan Kungguma adalah Pemenuhan Kebutuhan Pengadaan Saraana Penunjang untuk persiapan lahan dan perawatan tanaman di lahan kering.

2. Tujuan

            Tujuan diadakannya pengadaan Sarana Penunjang di Kelompok Tani UWE VALA  adalah :

1.      Untuk memudahkan pengelolaan Lahan secara optimal
2.      Meningkatnya produktivitas Pengelolaan lahan kering.
3.      Meningkatkan efektivitas para petani dalam usaha tani.

II. KEADAAN

            
 na mekanisasi pertanian berupa sarana penunjanng untuk meningkatkan produktivitas.

III. RENCANA KEGIATAN PENGADAAN SARANA PENUNJANG

3.1. Lokasi Areal Pertanian.

            Lokasi areal pertanian yang diupayakan untuk dapat menggunakan Mesin Sensor Mini, Mesin Pemangkas Rumput dan Sprayer pada saat pra tanam dan perawatan tanaman di kelopok Tani UWE VALA seluas 25 Hektar

3.2. Pemberdayaan Kelembagaan Petani

            Dalam rangka pemberdayaan Kelompok Tani UWE VALA upaya yang sedang dilakukan adalah meningkatkan aktivitas petani, penumbuhan kerjasama anggota dalam kelompok tani dan kerjasama antar kelompok tani, serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan para petani dalam menerapkan teknologi.

2.3.  Peningkatan Produksi Pertanian

            Dengan tersedianya alat sarana peunjang pertanian di Kelompok Tani UWE VALA diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian serta efektivitas petani dalam pemeliharaan tanaman, dan untuk meningkatkan pendapatan petani serta mampu memanfatkan waktu dalam mengelola pertanian.

IV. KEBUTUHAN DAN PELAKSANAAN

4.1. Alat.

      Alat yang dibutuhkan dalam pengadaan mekanisasi pertanian adalah Mesin Pemangkas Rumput  (Sarana Penunjang Pertanian).

4.2. Pelaksanaan.

            Pelaksanaan pengadaan mesin Mesin Pemangkas Rumput dikolom Tani UWE VALA Desa Labuan Kungguma kami sangat mengharapkan pada Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Donggala untuk merealisasikan pada tahun 2016 .

V. HARAPAN DAMPAK DARI ADANYA PENGADAAN SARANA PENUNJANG
     
            Sebagai upaya yang sesuai dengan keinginan dan tujuan kegiatan melalui pengadaan alat Sarana Penunjang di Kelompok Tani UWE VALA dalam rangka :

1.    Mempercepat proses persiapan lahan
2.    Mempermudah dalam pemeliharaan tanaman
3.    Adanya peningkatan evektifitas dan produktivitas.
 
VI. PENUTUP

            Demikian proposal ini kami buat, berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi lapangan, serta mudah-mudahan upaya pengadaan Sarana Penunjang dapat perhatian dari Bapak Kelapa Dinas Pertanin dan Peternakan Kabupaten Donggala melalui bantuan mes Mesin Pemangkas Rumput guna mendukung kegiatan para petani dalam mengelola usaha taninya.  Atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih

                                                                               Labuan Kungguma 12 Februari 2016
Penyuluh Pertanian



MUNARWAN
Nip. 197104012014091001
Ketua Kelompok Tani



RUHMIN

Mengetahui
Kepala Desa Labuan Kungguma



GAMAR LAIDO

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More